Karya Rabelyta Rifnatunnisa Rachman
Mahasiswa S1 Bahasa Inggris FKIP Uhamka
Berdasarkan data ilmiah terakhir, penularan utama virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 adalah memang antarmanusia, yaitu bila ada kontak dekat (biasanya sekitar 1 meter) antara orang yang sudah terinfeksi virus dan orang sehat di sekitarnya.
Kemungkinan penularan akan tergantung dari jumlah virus hidup yang dikeluarkan pasien, bagaimana dekat dan lamanya kontak yang terjadi, dan juga situasi lingkungan yang ada. Virus dapat menular ketika batuk, bersin, dan pada beberapa kesempatan ketika bernyanyi, bernapas keras dan bahkan berbicara. Semua inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa kita harus memakai masker dan menjaga jarak.
Tentang penularan melalui permukaan benda-benda yang tercemar, maka sebenarnya bukti ilmiahnya tidaklah sekuat penularan langsung antarmanusia. Tetapi memang ada berbagai laporan ilmiah yang menunjukkan kemungkinan penularan lewat kontaminasi alat makan, meja kursi, stetoskop, thermometer, dll., karena itulah kita harus sering-sering mencuci tangan.
Hal yang banyak dibahas juga adalah kemungkinan penularan melalui aerosol di dalam ruangan. Sejauh ini, yang dibahas adalah kemungkinan keluarnya aerosol akibat tindakan medis di dalam ruangan fasilitas kesehatan.
Untuk di luar klinik dan rumah sakit, pernah dilakukan penelitian tentang kemungkinan aerosol COVID-19 yang ada di dalam ruangan tertutup, penuh orang dan tidak ada ventilasi yang baik. Beberapa ruangan yang sudah diteliti antara lain restoran, tempat latihan paduan suara, ruang kebugaran (fitness), klub malam, kantor tempat kerja dan juga tempat ibadah.